Shalom,
Saya ingin sharing tentang pengalaman pertama menaiki puncak Gunung Prau, Dieng Wonosobo, Jawa Tengah pada awal bulan September 2019.
Jadi waktu itu saya beserta rombongan dari Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Jakarta Selatan, melakukan trip ke Wonosobo yaitu Gunung Prau. Kala itu saya bertujuh, dulunya adalah teman satu kantor, dan lima orang lain yang baru saya kenal. Mereka alumnus dari USNI.
Selama perjalanan ke Wonosobo, kami bersyukur tidak ada kendala apapun, kami naik mobil sekitar jam sebelas malam dan sampai ke Dieng sekitar jam enam pagi. Saya hanya merasa kedinginan karena baru pertama kali ke Dieng dan memang trip yang saya jalani semua baru pertama kali termasuk hiking.
Peralatan yang saya pakai beberapa saya sewa dan pinjam ke beberapa kerabat. Yang saya pinjam adalah carrier, hiking shoes, matras, dan sleeping bag. Sisanya, seperti jaket, kupluk, sarung tangan, masker, dan obat-obatan milik pribadi. Untuk peralatan makan dan tenda kami menyewa di Pos Dieng.
Saya menaiki Gunung Prau melalui jalur Camp Dieng sekitar jam satu siang, dan kami sampai ke puncak Gunung Prau sekitar jam setengah tujuh malam. Kendala kami hanya penerangan, karena kami hanya berdua memakai head lamp (pacar teman saya dan dan temannya), sisanya memakai senter handphone.
Kami mendirikan kemah di sekitar Bukit Teletubbies, memasak, makan, dan istirahat sekitar jam sembilan malam. Cuaca sangat dingin karena kami berada di sekitar puncak. Dan saya sempat beberapa kali bermimpi tentang membuka tenda lalu pergi. Tapi saya terbangun, tetap tenang dan berdoa supaya tidak terjadi hal buruk.
Pada pagi hari, kami menyempatkan untuk berfoto di Bukit Teletubbies dengan cuaca yang cerah dan udara yang sejuk. Saya teringat akan kampung halaman saya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kami sarapan dengan lauk pauk yang cukup bergizi dan buah-buahan seperti apel dan jeruk.
Kami merapikan kembali peralatan kami, membersihkan sampah sekitar kemah kami, dan packaging kembali pakaian dan makanan yang tersisa. Jangan sampai meninggalkan sampah di area kemah kalian supaya kebersihan Gunung Prau maupun gunung-gunung yang lain tetap terjaga.
Ini adalah foto terakhir yang saya ambil sebelum kami turun dari Gunung Prau melalui jalur Patak Banteng. Jalurnya cukup menegangkan dan berdebu. Usakan memakai masker saat menuruni jalur ini. Dan jika sudah sampai ke pos dua (saya agak lupa) kalian bisa naik ojek ke pos utama supaya tidak terlalu lelah.
Sekian dari tulisan pertama saya ini. Jikalau ada yang kurang berkenan di hati saudara saya meminta maaf dan sekiranya anda bisa membubuhkan beberapa komentar dan kritik terhadap tulisan saya ini.
Terima kasih,
Tuhan beserta kita semua, Amin.
Nonci Julianto Rumpak